untuk diriku sendiri dan seluruh tulus cintanya
pada kasihmu kamu mengejarku seolah aku adalah utuh yang kamu mau.
aku adalah harapan yang kamu selalu tunggu- akan jawabanmu
cinta yang akan kamu miliki, itu adalah aku
untuk diriku sendiri dan seluruh cintanya.
tetaplah menjadi dirimu yang bodoh kata temanmu itu
tak ada salahnya menuruti tulus yang taada batasan itu.
tapi tetaplah sisihkan harapan memilikinya bukanlah keharusan.
kali ini aku dianggap gila, oleh seseorang yang tak punya tulus sepertiku
aku yang menganggap marahnya adalah hal yang membuatku tersenyum
aku yang menganggap egoisnya adalah caranya mencintaiku
aku yang merasa cemberutnya adalah emoticon tak terdefinisi
aku yang merasa bahwa kecerobohannya adalah hal yang harus ku lengkapi
aku yang merasa kejamnya adalah hal untuk menjagaku
aku yang merasa protektifnya adalah agar aku tetap menjadi miliknya.
terkesan taada batasan, memang cintaku tanpa alasan.
tapi benar inilah cinta tulus yg sering dicaci temanku.
tapi tenang saja. aku hanya memberikan semua ini kepada manusia itu
aku berani menjamin takan lagi ada energi ini kutemui di yang lain
tenang, aku hanya sangat mencintainya.
with love, fah
hai, apakabar semuanya, sudah lama ya aku tidak menulis lagi untuk kalian, blog ini rasanya mati.
kali ini aku akan bercerita apa saja yang aku alami selama berbulan-bulan belakang ini tanpa tulisan, pertama kali kuliah aku sangat bahagia karena bisa diterima di kampus favorit aku, yang kudambakan dari dulu, satu semesterku berjalan begitu indah, memiliki circle pertemanan yang baru, memiiki kawan yang lebih care dengan aku, dan memiliki lingkungan yang membuat aku bisa menjadi manusia pintar dan cerdas, aku sangat suka masa itu, sampai di semester kedua aku duduk dibangku perkuliahan, semua rasansya berubah, keluargaku sedang diuji oleh tuhan, ayahku terkena PHK dari perusahaan, dan penyakit mentalku kembali meledak-ledak, aku dan keluargaku jatuh dari roda yang sebelumnya berada diatas, aku kebingungan mencari perlindungan, beberapa bulan rasanya belum terlalu terkena impact dari kejadian itu, namun beberapa lama kemudian kedaaan semakin mempersulit aku dan keluargaku, aku harus menanggung kenyataan bahwa mereka sudah tidak bisa lagi membiayai pendidikanku, apakah harus aku melepas dunia yang sekarang sedang aku cintai?
beberapa bulan setelah itu aku mencoba memberanikan tekad untuk menempuh pendidikan kuliah dari hasil keringatku, aku berhasil bertahan namun aku kehilangan tuhanku, ibadahku tidak teratur, doaku tidak sebanayak keinginanku, aku terlalu sibuk mencari duniaku,hiudpku semakin tidak terarah, temanku satu persatu menghilang menyingkir dari duniaku, percintaanpun seperti itu, tidak ada laki-laki yang benar-benar singgah untuk sungguh denganku, kacau.... aku saat itu.
permasalahan kuliah dapat terselesaikan, namun bukan ini diriku yang kumau,aku mabuk, merokok, melakukan hal-hal yang salah, aku sudah kehilangan arah saat itu, aku sudah tidak memeprdulikan temanku, yang penting aku bisa bersenang-senang dengan kemurkaanku sendiri waktu itu
keluarga, yang tidak pernah aku tengok, mama dan papa yang sudah merasa asing dariku, adik-adiku yang sudah lama tidak mendengar kabarku, aku tidak perrnah memikirkan mereka, apakah mereka merindukanku? apakah merea jutsru tidak perduli denganku, aku tidak mau mencari tahu,
lalu aku dipertemukan dengan satu pria yang baik, yang bisa membuatku segan menelpon keluarga, bisa membuatku pulang kerumah, bisa membuatku kembali beribadah, dia bisa membuat ku tunduk kepada tuhanku lagi, namun hubungan kami tidak sehat, tapi aku tidak melihat itu, aku hanya beranggapan kebaikan dia yang bisa membawa perubahan kepada hidupku, aku sangat menyayanginya, akhirnya aku menemukan pria yang aku cari. Namun itu tidak lama, dia meninggalkanku sendiri lagi saat aku sedang rapuh kehilangan arah lagi diterpa masalah rumah, dia tidak mengijinkanku untuk emminta maaf, yang dia ingin aku pergi dan tidak meengganggunya lagi, dan aku baru sadar aku dipermainkan.
kehidupanku kembali lagi berantakan, bahkan aku kehilangan tuhanku lagi, aku tidak tahu untuk apa aku didunia ini namun aku mencoba untuk bangkit dikemudian, tidak memaksakan keadaan, karena ini adalah ujian yang tuhan berikan, aku kebali bangkit aku kembali survive tanpa orang disampingku, namun tidak seindah yang aku bayangkan, tuhan kembali mengujiku dengan permasalahsan keluargaku, menaggung beban mereka saat usia sedini ini, but am ok
dan sekarang aku berada dititik dimana aku lelah, tapi aku harus tetap berjalan
aku cape tetapi aku harus tetap berlari
aku sedih tetapi masih ada mereka yang harus aku bahagiakan
aku merasa putus asa, tapi masih ada adik-adikku yang menungguku sukses
dan aku sedang mencoba.... aku memang bukan manusia kuat, tapi keadaan ini yang akan membuat aku kuat, minta doanya yaaa... semoga keadaan, batin, dan kondisi ku segera pulih kembali
namun tidak apa-apa aku sudah bisa iklas, namun aku sedang dibuat kagum dengan seorang pria dewasa yang sedang aku incar dalam doa, doakan aku bisa sakinah bersamanya
mass, bimbing aku yaaa.....
jika sekarang aku masih berantakan, tolong pahami " aku hanya sedang berusaha berdamai dengan diri sendiri"
selamat siang, semoga yang sedang berjuang segera mendapatkan jawaban,
:)
Aku yang merasa aku sendiri
Aku yang merasa aku letih
Aku yang merasakan ragaku perih
Aku yang merasakan hidupku sepi
Aku yang merasakan tawaku sedih
Aku yang merasakan hidupku tak berbuih
Aku yang merasa kan aku pelik
Aku yang merasakan.. Aku sendiri yang merasa
Aku lelah :(
Hai kalian yang sedang mengharapkan seseorang, kalian yang sedang menunggu dia membalas pesan, kalian yang sedang tersenyum memandang foto dia dari belakang. Karena kamu mengambil fotonya diam2.
Kalian yang sedang memerah mukanya ketika dia sedang tersenyum kepadamu, kalian yang ingin langsung membalas pesannya ketika ada notifikasi masuk darinya, kakian yg rela berdiri saat hp kalian di charger agar tetap bisa membalas pesannya.
Kalian yang selalu menganggap kesalahannya adalah hal lucu
Kalian yang selalu tersenyum melihat dia berbicara
Kalian yang diam-diam jatuh cinta kepadanya
Sebelum kalian melangkah lebih jauh, pahamilah arti menyayangi diri sendiri terlebih dahulu, sebelum kalian menyayangi orang, bisakah kalian menyayangi diri kalian sendiri? Terlebih untuk kalian YANG MENCINTAI DIAM-DIAM
Kenali sapaanmu untuknya dan kenali sapaanya untukmu, kenali bagaimana dia memperlakukan mu tanpa tahu jika kamu sedang mencintainya. Apa perlakuannya baik padamu?
Aku paham rasanya menjadi kalian. Menjadi sesorang yang hanya bisa memendam perasaan. Takut untuk mengungkapkan, takut jika ternyata dia tidak membalas rasa kita, hai kalian yang sedang berjuang.....
Aku paham bagaimana tidak enaknya ingin dianggap lebih olehnya
Aku paham bagaimana rasanya ingin dia merasakan hal yang sama terhadapmu
Pastikan perasaanmu, sayangi dirimu dulu .....
Semoga berhasil
Assalamualaikum mas, bagaimana kabar hari ini?
Rasanya baru kemaren saja aku menyapamu, sekarang sudah kembali mencintaimu, ada apa dengan dirimu?
Tak salah kan jika aku ingin menemani seluruh hidupmu kelak?
Pantaskah aku bersama lelaki sebaik kamu?
Sudikah kamu mendapatkan wanita sepertiku?
Jika dulu aku memanggil dengan nama depanmu, izinkan perpisahan ini merubahnya menjadi nama "mas", aku ingin memanggilmu mas, agar aku bisa merasa lebih dekat denganmu. Boleh ya mas?
:)
Mas, sholatku memang tidak se-khusuk sholat yang kamu lakukan, tapi aku yakin dengan semua amin yang aku berikan kepada tuhan, namamu yang paling kusebut keras. Akupun berharap kamu juga mengaminkan namaku untuk menemanimu nanti
Mas, kita memang tidak perlu bertegur sapa sampai waktunya tiba, sampai kamu dan aku memang dipersatukan di waktu terbaik yang sudah Alloh takdirkan untuk kita menyatu, kumohon tetaplah pada istiqomahmu, dan aku akan terus menjadi yang lebih baik untuk mendampingimu nanti.
Mas, aku merindukan untuk bertemu denganmu.
Mas, kamu tahu hal paling indah dihidup ini ?
Adalah Memiliki lelaki yang bisa menuntun ku menuju surga-Nya. Tanpa diminta Ia akan melaksanakannya sebagai imam keluarga kita, tanpa dengki Ia akan sabar mengajarkanku berbagi, tanpa resah Ia akan menemaniku tahajud bersama, tanpa pinta Ia akan memberiku bahagia
Terlebih jika lelaki itu adalah KAMU.
Mas maukah kamu menjadi penyempurna agamaku?
Dari aku, wanita yang akan terus menyebut namamu dalam amin-ku